Peraturan Tentang Bea Meterai 2021 Yang Perlu Diketahui

Peraturan Tentang Bea Meterai 2021 Yang Perlu Diketahui

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan telah berniat dan berencana menghapus bea meterai Rp. 3.000 dan Rp. 6.000. Sebelum berlakunya UU Bea Meterai Rp 10.000, bea meterai ditawarkan dengan tiga tarif yang berbeda, Rp3.000, Rp6.000, atau kombinasi tarif tersebut (“Bea Meterai Lama”).

Berdasarkan UU Bea Meterai, bea meterai baru ditetapkan dengan tarif tetap Rp10.000. Meterai Lama akan tetap berlaku dengan materai yang berjumlah paling sedikit Rp9.000 dapat digunakan sebagai pengganti satu materai Rp10.000.

Dengan kata lain, Bea Meterai Lama dapat digunakan sampai dengan tanggal 31 Desember 2021 dalam salah satu kombinasi yaitu tiga buah materai Rp3.000, satu materai Rp3.000 dan satu materai Rp6.000 atau dua perangko Rp6.000.

Berdasarkan pemikiran tersebut adapun tujuan dari penggantian bea materai tersebut adalah untuk menyesuaikan situasi ekonomi, hukum, sosial dan mengikuti perkembangan teknologi informasi. Penggantian bea materai ini telah diungkapkan oleh Sri Mulyani mengenai rencana kenaikan tarif bea meterai menjadi Rp. 10.000 pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI tahun 2019. Peningkatan ini akan dituangkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang materai yang menggantikan undang-undang sebelumnya yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan bahwa salah satu alasan digantinya tarif bea meterai perlu diperbarui karena sudah terlalu lama mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985. Apalagi, undang-undang tersebut dibatasi hanya 6 kali kenaikan tarif awal.

Sedangkan menurut undang-undang, tarif bea materai ditetapkan sebesar Rp. 500 dan Rp. 1.000 dengan kenaikan tarif maksimal hanya 6 kali lipat dari tarif maksimal awal Rp. 3.000 dan Rp. 6.000. Menurut Sri Mulyani, tarif ini dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi ekonomi saat ini. Sri Mulyani juga mengatakan, kenaikan tarif meterai mencerminkan dukungan pemerintah terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah serta diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara.

Bea meterai baru Rp10.000,00 hanya diwajibkan secara hukum untuk dikenakan pada dokumen-dokumen yang memuat pengakuan pelunasan atau pelunasan utang, baik seluruhnya maupun sebagian, atau dokumen-dokumen yang menjelaskan penerimaan uang dengan nilai nominal di atas Rp 5.000.000

Aturan dasar bea meterai lainnya di bawah UU 10/2020 sebagian besar tetap tidak berubah. Namun, peraturan baru ini menambahkan beberapa dokumen tentang masalah keperdataan yang harus dicatat sebagai bea masuk, antara lain tetapi tidak terbatas pada dokumen transaksi efek, termasuk dokumen untuk transaksi kontrak di masa depan dengan nama atau bentuk apapun, Dokumen lelang berupa petikan, berita acara, salinan, dan akta pelaksana (grosse) dan dokumen lain yang diatur dengan Peraturan Pemerintah.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Urusan Transaksi Jadi Lebih Fleksibel Dengan Paper.id!

Terima pembayaran lebih cepat/tempo lebih lama untuk kemajuan bisnis

Total
0
Share